Sistem Informasi Adaptasi Gambut Antisipatif Berbasis Pemetaan Zona Kambuhan Kebakaran sebagai Strategi Restorasi Adaptif di Kabupaten Pulang Pisau berbasis citra satelit Sentinel-2.
Setiap musim kemarau, asap karhutla kembali menyelimuti Kalimantan Tengah, dan seringkali, di lahan yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Lahan gambut yang pernah terbakar kehilangan tutupan vegetasi pelindungnya, muka air tanahnya terus turun, lalu ditumbuhi vegetasi sekunder yang justru lebih mudah terbakar, membentuk siklus degradasi yang sulit diputus tanpa intervensi tepat sasaran.
Sistem pemantauan yang ada selama ini bersifat reaktif: mendeteksi titik api yang sedang terjadi. Situs ini menawarkan pendekatan berbeda, memetakan pola kekambuhan dari data historis, sebagai dasar objektif untuk menentukan wilayah mana yang paling butuh restorasi lebih dulu.
Nyalakan/matikan layer di panel kiri peta. Klik poligon zona kambuhan untuk melihat kategori dan rekomendasi tindakan.
Versi peta siap cetak (gambar) untuk lampiran laporan atau bahan presentasi.
Dihitung berdasarkan geometri poligon hasil vektorisasi.
Persentase dihitung dari luas wilayah tiap desa yang termasuk kategori Zona Kambuhan (≥2 kali terbakar) terhadap luas total desa tersebut.